“Ide bisnis mahasiswa lebih banyak ke bidang pangan terutama kearifan lokal berbasis kuliner. Semua produk ini dihasilkan oleh mahasiswa,” ungkap Haspa Usman.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan program Wirausaha Mandiri, pihaknya berkolaborasi bersama beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Kota Kupang. Endingnya adalah karya para mahasiswa bisa dipamerkan dan dijual dalam seperti Expo yang telah dilaksanakan.

“Kami juga melibatkan pihak luar seperti bank-bank. Seperti Bank NTT juga memberikan kontribusi dalam kegiatan ini, yakni memberikan modal sebagai inkubasi untuk kegiatan mahasiswa ini,” imbuhnya.

Kepala Program Wirausaha Mandiri Kemenristekdikti Dr. Wahyudi dalam sambutannya secara virtual mengatakan, program Wirausaha Mandiri digagas untuk menekan angka pengangguran.

“Program Wirausaha Mandiri yang kami buat, ada 3 hal yang wajib diberikan penyelenggara kepada mahasiswa. Pertama, mahasiswa menemukan ide dan divalidasi. Kedua, mahasiswa dibekali bagaimana membuat prototipe. Ketiga, mahasiswa diajar bagaimana membuat validasi pasar,” kata Wahyudi.