Pasca seremonial pembukaan, para tamu undangan diajak mengunjungi booth-booth yang menampilkan produk-produk olahan mahasiswa Wirausaha Merdeka. Booth-booth didominasi kuliner khas NTT yang terbuat dari makanan lokal seperti Ubi dan Jagung.

Ketua Wirausaha Merdeka, Haspa Usman mengatakan, dari kegiatan Wirausaha Merdeka, pihaknya menghasilkan 200 kelompok wirausaha yang terdiri dari pangan (kuliner), ekonomi kreatif (aksesoris) dan usaha jasa lainnya.

Ide bisnis produk semuanya direncanakaan oleh mahasiswa yang tergabung dalam program Wirausaha Merdeka. Dalam melaksanakan kegiatan produksi, para mahasiswa Wirausaha Merdeka didampingi oleh sekitar 100 Dosen Pendamping Lapangan (DPL).

“Kegiatan Wirausaha Merdeka merupakan salah satu kegiatan yang masuk dalam Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang berdasarkan Permendikti No 3 Tahun 2021, kegiatan ini dijadikan sebagai kegiatan yang dikonversi ke dalam 20 SKS,” kata Haspa Usman dalam sambutannya.

Menurutnya, selama mengenyam pendidikan di semester 5, 6, dan 7, mahasiswa punya hak untuk bisa belajar di luar Prodi. Salah satunya mereka berwirausaha.