“Sama juga dengan kami di Jatim, masing-masing daerah punya produk unggulan. Nah, di NTT ternyata ada juga, tidak hanya kain tenunnya yang menarik dan beraneka ragam motif, tetapi dari sisi agroculturnya juga ada,” ujar Edi Masrianto yang juga tertarik dengan potensi ternak sapi di NTT. ”Ini yang akan kita kolaborasikan dan sinerikan antara Bank Jatim dan Bank NTT,” tambahnya.
Bahkan baginya, dengan status sebagai sesama BPD ini menjadi sebuah kekuatan besar, apabila solid. Dan soliditas baginya  tak hanya sekedar lips service tetapi mereka sama senasib dan sepenanggungan.

“Kami di BPD ingin tumbuh di daerahnya masing-masing. Bagi teman-teman yang mungkin belum punya pengalaman di satu sisi, dan kami sudah berpengalaman lebih dahulu maka kami harus membantu mensuport mereka. Dan mereka yang sudah punya keunggulan sisitem, kami harus bisa belajar. Jadi saling mengisi, bukan kami yang paling bisa, tetapi ternyata di Bank NTT banyak hal lebih yang kami belum tahu. Itu yang kami sinergikan,” ujar Edi Masrianto.