Ia mengimbau masyarakat NTT agar selalu waspada, terutama saat masa peralihan dari musim panas ke musim hujan.
“Pada masa-masa transisi akan terjadi hujan disertai badai atau cuaca ekstrim terutama di masa perlihan. Saat ini sudah terjadi masa peralihan untuk musim panas ke musim hujan,” tandasnya.
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky F. Koli menyampaikan secara normal, musim hujan untuk seluruh wilayah di NTT terjadi pada dasarian 2 bulan November 2022.
Ia mengatakan, penanaman harus dimulai pada dasarian ketiga bulan Oktober 2022. Sehingga mulai tanggal 20 Oktober, petani harus sudah mulai tanam.
“Kami mengimbau petani di NTT untuk mengikuti semua informasi cuaca dari teman-teman di BMKG, sambil juga menggunakan perkiraan lokal untuk menghindari gagal panen,” kata Lecky.
Selain Kepala BMKG dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, hadir juga mendampingi kedua narasumber, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Pricillia Parera. (*)



Tinggalkan Balasan