“Orang harus memberi diri pada universitas dan bukan hnya menuntut dari Unwira. Kemudian Unwira juga jangan hanya terkenal sebagai Univeristas penuwicara. Di mana, orang hanya berbicara tanpa pelaksanaan dan bukti. Harus terus ada reproduksi akademik yang berguna bagi mahasiswa dan masyarakat,” tegasnya.
Pemeran teater ini dipercayakan kepada beberapa Program studi yang dipilih yakni terbanyak dari Program studi Ilmu Komunikasi, ada juga dari Tekni Sipil, Fakultas Ekonomi, Bimbingan Konseling dan Sendratasik. Jumlahnya 90 orang, termasuk para penyanyi. Berkat latihan yang giat, energi dan semangat besar para pemeran hingga ke panggung Teater malam ini, kegiatan ini akhirnya sukses.
Bagi Pater Ocep, para pemeran bangga karena ini menjadi sejarah dalam hidup mereka bahwa di usia Unwira yang ke 40 tahun, mereka mampu menampilkan sebuah teater yang luar biasa.
Kesuksesan ini juga berkat latihan vokal, intonasi, pengaturan alur cerita dan gerakan pementasan yang diatur oleh Pater Peter Than, SVD bersama Frater TOP Unwira Fr. Sarnus Joni Harto, SVD. Menurut mereka, 90 pemeran berlatih sebanyak 10 kali hingga puncak pementasan. “Latihan tidak gampang karena mereka harus mampu menampilkan dan menyampaikan pesan kepada penonton. Apalagi ini pemerannya cukup banyak. Itu membutuhkan kesabaran dan ketekunan,” ungkap Pater Peter.





Tinggalkan Balasan