Pementasan teater kemudian dimulai. Seperti disaksikan, dengan dukungan tata cahaya atau sistem lighting yang sangat baik, adegan demi adegan berlangsung dengan epik.
Aksi panggung para pemeran yang didukung tata cahaya dan sound ini berhasil membuat pertunjukan akbar ini sungguh hidup. Para penonton yang memadati aula St. Immaculata dibuat trdecak kagum. Mereka bisa mengikuti dengan baik cerita di balik perjalanan 40 tahun Unwira.
“Teater ini bercerita tentang sejarah, awal mula perjuangan, maksud dan tujuan Pendirian Unwira. Di dalam proses 40 tahun ini, ada dinamika. Ada jatuh bangun. Dan di satu sisi terdapat kemajuan sarana prasarana dan perkembangan jumlah mahasiswa yang luar biasa. Namun ada hal-hal yang perlu di koreksi dalam perjalanan. Mulai dari soal kedisiplinan hingga pelayanan yang perlu terus diperbaharui,” kata Pater Ocep Raring.
Menurut imam muda ini, teater ini juga memberi kritik tentang beberapa hal.
Termasuk kritik yang memacu para dosen senior dan dosen muda agar ada yang bisa meraih gelar akademik profesor. Teater ini menjadi media penyadaran di mana, orang yang menyaksikan ini bisa belajar dari nilai-niai yang di tampilkan.





Tinggalkan Balasan