Dirut Alex saat itu menegaskan bahwa kehadiran aplikasi B Pung Petani kedepan akan sangat membantu petani di seluruh NTT.
“Karena kita perlu punya data informasi yang benar mengenai potensi di masyarakat sehingga akan mudah mengontrol desa mana yang ungul di potensi apa, begitu pula desa lainnya. Nah kelebihan bahan pangan di desa akan saling bertemu dan tercipta pasar yang layak dan pantas. Semua di aplikasi ini,” tegas Alex.
Dengan aplikasi ini, petani akan merasakan manfaatnya yakni mereka tidak asal tanam melainkan akan menanam sesuai kebutuhan pasar. Lagipula kalender tanamnya pun akan ditata sehingga memberi jaminan kepada pasar. Lagipula tidak akan ada kekosongan pasokan di pasar.
“Karena itu kita bangun kerjasama antar daerah. Seluruh daerah akan bertemu dalam satu pasar. Akan ada perlindungan harga. Ada patokan harga minimum sehingga petani tidak dipersulit,” jelas Alex.
Sementara Kadis Pertanian NTT, Lucky Frederich Koli saat itu menjelaskan, kembali mengulang penegasan Gubernur terkait kian bertambahnya negara-negara gagal di dunia serta ancaman krisis pangan dunia.





Tinggalkan Balasan