Saking seriusnya pemerintah pusat mempersiapkan daerah-daerah potensial sebagai lumbung pangan, sehingga Presiden Joko Widodo sampai delapan kali menyebut NTT sebagai fokus garapan kedepan.
“Makanya Kadis Pertanian NTT tolong siapkan. Ada Bank NTT, masuk dalam ekosistem usaha. Tolong siapkan semuanya mulai dari bibit, pembiayaan oleh bank hingga pemupukan dan ada off taker yang mau ambil. Sudah delapan kali presiden omong kita, kalau tidak jadi, malu kita. Sehebat apapun gubernur kalau Kades-nya malas, mau bagaimana,” ujar VBL.
Kepala desa menurutnya adalah garda terdepan yang diandalkan dalam pengentasan masalah pangan.
Usai pertemuan dilanjutkan dengan sosialisasi aplikasi B Pung Petani yakni aplikasi yang disediakan oleh Bank NTT, untuk mempertemukan seluruh petani di Provinsi NTT.
Dalam sosialisasi yang berlangsung di tempat yang sama, hadir seluruh camat, kepala desa dan penyuluh pertanian se-Kabupaten Lembata.
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kepala Dins Pertanian NTT, Lucky Koli, kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Dr. Lerry Yupidara dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lembata, Kanis Tuaq, tampil sebagai narasumber.





Tinggalkan Balasan