Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kepala Dins Pertanian NTT, Lucky Koli, kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Dr. Lerry Yupidara dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lembata, Kanis Tuaq, tampil sebagai narasumber.

Dirut Alex saat itu menegaskan bahwa kehadiran aplikasi B Pung Petani kedepan akan sangat membantu petani di seluruh NTT.

“Karena kita perlu punya data informasi yang benar mengenai potensi di masyarakat sehingga akan mudah mengontrol desa mana yang ungul di potensi apa, begitu pula desa lainnya. Nah kelebihan bahan pangan di desa akan saling bertemu dan tercipta pasar yang layak dan pantas. Semua di aplikasi ini,” tegas Alex.

Dengan aplikasi ini, petani akan merasakan manfaatnya yakni mereka tidak asal tanam melainkan akan menanam sesuai kebutuhan pasar. Lagipula kalender tanamnya pun akan ditata sehingga memberi jaminan kepada pasar. Lagipula tidak akan ada kekosongan pasokan di pasar.

“Karena itu kita bangun kerjasama antar daerah. Seluruh daerah akan bertemu dalam satu pasar. Akan ada perlindungan harga. Ada patokan harga minimum sehingga petani tidak dipersulit,” jelas Alex.

Sementara Kadis Pertanian NTT, Lucky Frederich Koli saat itu menjelaskan, kembali mengulang penegasan Gubernur terkait kian bertambahnya negara-negara gagal di dunia serta ancaman krisis pangan dunia.

“Banyak negara penghasil pangan dunia sudah jadi negara gagal sehingga kita kekurangan suplay. Bahaya yang ada di depan kita perlu ambil langkah-langkah. Melatarbelakangi situasi ini maka Pemprov mempersiapkan pangan masa depan untuk masyarakat yakni kit gencar menanam jagung sorgum dan kelor,” tegas Lucky.

Dia menyebut, Lembata adalah daerah potensial karena memiliki lahan kering sehingga sangat tepat untuk ditanami jagung, sorgum dan kelor. Bagi petani yang sudah menanam jagung, harus mengontrolnya sehingga pada hari ke-80, daun yang berada di bawah tongkol dipangkas sehingga lahan di bawahnya ditanami sorgum.

“Supaya kita tanam dua kali. Nah kelor ditanam di pagar saat hujan. Dengan skema TJPS Pola Kemitraan, pendapatan petani cukup besar sekali panen. Bank NTT siapkan aplikasi B Pung Petani agar menjadi wadah bersama petani seluruh NTT. Saya minta agar seluruh data petani diinput penyuluh sehingga tau, Desa A tanam apa, Desa B dan seterusnya,” tegas Lucky.