Menurutnya persoalan tersebut merupakan tanggung jawab semua orang di Kota Kupang, termasuk lembaga agama yang diyakininya mampu mengubah mindset jemaat lewat seruan dari mimbar rumah ibadah. Karena itu dia meminta kesediaan para tokoh agama untuk membantu Pemkot Kupang lewat suara gembala, mengimbau seluruh warga untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.

“Kerja besar ini perlu melibatkan semua masyarakat. Harus diakui masyarakat Kota Kupang cenderung lebih taat pada pemimpin agama ketimbang pejabat pemerintahan seperti camat dan lurah. Karena itu kami mohon bantuan seruan suara gembala para tokoh agama kepada umat untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Tujuannya  adalah membentuk kepedulian warga, karena kebersihan adalah bagian dari peradaban,” ungkapnya.

Selain sampah, isu lain yang dibahas Penjabat Wali Kota bersama para tokoh agama adalah penanganan stunting. Diakuinya hingga saat ini masih ada warga yang tidak mau anaknya ditimbang dan tidak mempersiapkan calon ibu secara baik.