Sebagai anggota DPR RI Komisi IV, Bunda Julie berkomitmen untuk terus berjuang agar Kedelai di Manggarai diakui secara nasional, dan menjadi pemasok utama ke Indonesia atau untuk menutupi kebutuhan Kedelai di Indonesia.
Semua pihak dari hulu sampai hilir termasuk pemerintah kecamatan, desa, hingga aparat TNI, Polri dan Linmas, diajak untuk berkolaborasi menyukseskan ide besar ini.
“Karena ini selalu bicara tentang etos kerja dari petani atau semangat mereka termasuk cara mereka, sehingga ini harus dikawal terus. Makanya saya berharap agar kita semua bergandengan tangan untuk menghasilkan yang terbaik buat masyarakat. Intinya bagi saya adalah NTT ini harus menjadi lumbung kedelai untuk Indonesia dan itu ada di tempat ini di Kajong,” tegas Bunda Julie.
Pantauan Koranntt.com, di lapangan tampak Bunda Julie bersama Bupati Manggarai, Perwakilan FKDB, Erick Tegu Herwinda,SE., Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit, bersama unsur Forkompimcat Reok Barat, para kepala desa se-Kecamatan Reok Barat dan anggota Kelompok Tani Kajong 1 melaksanakan panen simbolis Kedelai seluas 100 hektar.
Di lokasi yang berbeda juga, Bunda Julie menyerahkan dua alat mesin pertanian jenis hand tractor kepada Ketua Kelompok Tani Kajong 1. Sedangkan perwakilan FKDB melakukan serah terima dan transaksi jual beli sebanyak 23 Ton Kedelai.
Perwakilan FKDB Erick Tegu Herwinda menjelaskan, kehadirannya sebagai konsekuensi dari kesepakatan pada bulan Juni lalu.
Saat itu, ia hadir untuk menyampaikan sosialisasi, bahwa untuk tahun ini FKDB sangat siap menjadi offtaker Kedelai di Provinsi NTT. FKDB sudah MoU dengan Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (AKABI) yang sudah ditandatangani dan diketahui oleh Kementerian Pertanian.
“Jadi kami memang hadir untuk bisa memastikan kepada para petani bahwa kita menjamin pasar, menjamin harga. Sehinggah petani ada semangat untuk menanam Kedelai sebagaimana apa yang diprogramkan oleh pihak Kementerian,” kata Erick.
“Kualitas Kedelai di Manggarai ini sangat baik. Karena itu kami selaku offtaker untuk perdana ini mengambil 23 ton dan dibawa ke Jawa sebagai Kedelai konsumsi. Jika ini sangat layak, kita harapkan kerja sama terus tumbuh lalu kita kembangkan dan hasilnya kita akan ekspor,” tandas Erik. (*)







Tinggalkan Balasan