Ketua TP. PKK Provinsi NTT ini menjelaskan, harga Kedelai selama ini berkisar 3500 sampai 4500 per Kg. Hal itu membuat petani lebih memilih menanam komoditi jenis lain dengan harga yang lebih mahal.
Dengan kondisi ini, Bunda Julie mendorong para offtaker untuk membeli Kedelai milik petani di Kajong, Kabupaten Manggarai dengan harga yang lebih layak. Ia menjelaskan, pemerintah dan DPR RI terus berupaya untuk menjadi penghubung antara petani dan pihak ketiga sebagai pembeli.
“Pihak ketiga yang bekerja sama dengan kelompok tani Kedelai di Kanjong saat ini adalah Forum Komunikasi Dua Bangsa (FKDB) yang memiliki perusahaan Tempe Azaki dan biasa diekspor ke Jepang. Apalagi memang Azaki tempe sudah menguji dan mengetahui bahwa kualitas kedelai di NTT lebih baik daripada kedelai yang ada di provinsi lain,” jelas Bunda Julie.
Menurut Bunda Julie, yang perlu dipikirkan saat ini adalah bagaimana agar petani mau kembali menanam Kedelai lagi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Tujuannya agar bisa menghentikan impor Kedelai dari luar negeri.





Tinggalkan Balasan