Dia menjelaskan, Pesparani Nasional akan dilaksanakan menggunakan dua metode, yakni offline dan online, dan panitia telah menyediakan sejumlah mata lomba yang akan dilombakan.

“Ada 13 mata lomba yang akan dilombakan. Lima diantaranya mata lomba paduan suara yang dilakukan dengan model recording. Sementara untuk paduan suara campuran, mazmur dan mata lomba lain dilakukan secara ofline di Kupang,” jelasnya.

Adrianus menjelaskan, anggaran yang akan digunakan dalam ajang Pesparani Nasional bersumber dari APBN, APBD dan sumber bantuan lainnya.

“Untuk anggaran, bisa bersumber dari APBN, APBD dan sumber lainnya. Dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini kira-kira Rp12,5 Miliar,” ungkapnya.

Ketua LP3KD, Frans Salem menjelaskan, Pesparani tingkat provinsi adalah ajang pemanasan kontingen NTT, sebelum masuk ke Pesparani nasional, yang akan digelar bulan Oktober nanti.

“Ini kita mencari calon yang mewakili Provinsi NTT ke tingkat nasional. Karena juaranya yang akan diikutsertakan ke tingkat nasional,” terang Frans Salem.