Kupang, KN – Fransisco Bernando Bessi, SH, MH, CLA salah satu pengacara muda dan potensial, resmi mendaftarkan diri menjadi bakal calon Ketua DPC Peradi Kupang.
Fransisco Bessi mendaftar bersama beberapa rekan advokat yang mendukungnya menjadi Ketua DPC Peradi Kupang.
Mereka tiba di Kantor Sekretariat Panitia Pemilihan Ketua DPC Peradi Kupang diiringi Gong Waning, musik tradisional asal Maumere, Kabupaten Sikka, pada Kamis 21 Juli 2022 pagi sekira pukul 11:00 Wita.
Fransisco Bessi dan rombongan rekan-rekan advokat disambut oleh Ketua Panitia Seleksi Abdul Wahab, SH dan Sekretaris Henhany K. Nggebu, SH.
Setelah menjalani proses verifikasi, Ketua dan Sekretaris Panitia menyatakan bahwa berkas bakal calon Ketua DPC Peradi Kupang Fransisco Bernando Bessi, SH, MH, CLA dinyatakan lengkap.
Fransisco Bernando Bessi SH, MH, CLA kepada awak media usai pendaftaran mengatakan, ia telah mempersiapkan diri dengan sangat matang untuk menjadi calon Ketua DPC Peradi Kupang.
“Artinya dari hal apapun saya siap. Saya secara terang-terangan menyatakan diri maju menjadi salah satu bakal calon Ketua DPC Peradi Kupang,” kata Fransisco Bessi kepada wartawan.
Ia menjelaskan, jika dipercayakan menjadi Ketua DPC Peradi Kupang, maka salah satu hal yang dilakukan adalah memekarkan DPC Peradi Kupang ke dalam beberapa wilayah.
“Perlu kita ketahui bahwa DPC Peradi Kupang membawahi wilayah Timor, Rote, Sabu, Sumba dan Alor. Jika besok saat Muscab, saya dipercayakan menjadi Ketua DPC Peradi Kupang, hal pertama yang saya lakukan adalah memekarkan wilayah DPC Peradi Kupang,” ungkapnya.
Menurutnya, pemekaran ini perlu dilakukan agar rekan-rekan advokat Peradi yang ada di Atambua, Malaka dan Sumba tidak perlu ke Kupang untuk mengurus surat.
Apabila para advokat di wilayah tersebut memenuhi persyaratan minimal 15 pengacara, maka masing-masing bisa membentuk satu DPC.
Fransisco bertekad untuk membangun Peradi Kupang lebih baik dengan tiga hal. Pertama, konsolidasi Peradi secara internal anggota.
Kedua Fransisco ingin membangun sinergitas dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan serta para aparat penegak hukum lainnya, dan ketiga adalah bersosialisasi lewat kegiatan olahraga.







Tinggalkan Balasan