Data di tahun 2020, pelaksanaan pembiayaan untuk Program TJPS Reguler melalui akses permodalan dari LJK belum ada, masih mendapat intervensi dana bantuan Pemerintah (BAPEM) APBD I kepada 468.998 petani, dengan luas lahan garapan 312.665 Ha dengan hasil panen Produksi Jagung 745.753 Ton.

Di tahun 2021 pelaksanaan pembiayaan perbankan dapat terlaksana setelah disepakati dalam kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi NTT, Bank NTT dan Off Taker pada tanggal 19 November 2021 melalui ekosistem pembiayaan Pertanian Bank NTT kepada 435.996 petani, dengan luas lahan garapan 290.664 Ha, dengan hasil produktifitas jagung sebesar 751.209 Ton.

“Tahun 2022 Program TJPS Pola Kemitraan Berbasis Kredit Mikro Merdeka Bank NTT dan Non Mikro Merdeka Bank NTT kemitraan dengan Offtaker dan Swadaya, kepada 337.238 petani, target luas lahan garapan 224.825Ha dengan target hasil produktifitas jagung sebesar 530.184 Ton,” kata Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho.

Ia menjelaskan, pencapaian ini memberikan optimisme yang kuat guna “Momentum Sustainability” dapat terus di akselerasi dengan transmisi evaluasi, perbaikan, penyesuaian sehingga Optimalisasi dapat meningkatkan Kontribusi Bank NTT bagi pembangunan & Pemulihan Ekonomi di NTT.