Dirut Bank NTT berharap adanya komitmen dan dukungan dari semua pihak termasuk PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) untuk bisa mengakomodir produk-produk UMKM yang ada di NTT.

“Tentunya dengan dukungan ini maka akselerasi ekonomi semakin baik. Tidak terbatas di PHRI, tetapi semua pihak termasuk pemerintah, kita harap bisa belanja di UMKM dengan sistem digitalisasi yang sudah tersedia,” tandas Harry Alexander Riwu Kaho.

Sementara itu, Komisaris Utama Bank NTT Juvenile Djojana mengatakan, Bank NTT telah bekerja maksimal dengan menyalurkan kredit-kredit mikro kepada pelaku UMKM yang memberikan direct impact terhadap pertumbuhan ekonomi di NTT.

“Puji Tuhan 3 tahun terakhir kami fokus ke sana (UMKM, red). Sehingga seperti tadi disampaikan oleh BI bahwa penyaluran kredit UMKM tumbuh 48% dan itu didominasi dari Bank NTT,” kata Juvenile Djojana.

Menurut Juvenile, Bank NTT juga terus berupaya untuk menyalurkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan.

“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa dapatkan ijin untuk penyaluran KUR. Karena perlu syarat-syarat yang harus kita penuhi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Bank NTT telah meluncurkan beberapa skim Kredit seperti Kredit Merdeka, Kredit Mikro, dan Kredit Be Cash dengan tujuan membantu pemberdayaan pelaku UMKM.

Untuk Kredit Merdeka, sudah ada dana sebesar Rp18 Miliar lebih yang disalurkan oleh Bank NTT kepada pelaku UMKM di NTT. Total ada 2.311 debitur telah memperoleh skim kredit ini.

Selain menjadi ‘Bapak Asuh’ bagi pelaku UMKM, Bank NTT juga menjadi ‘Bapak Asuh’ bagi 6.000 Bayi Dua Tahun (Baduta) di seluruh NTT. Peran Bank NTT ini menjadi bagian dari program Bank NTT Peduli Stunting, untuk menekan angka Stunting di NTT. Program ini telah dilaksanakan dan akan dievaluasi secara berkala oleh Bank NTT yang bekerja sama dengan Pokja Stunting Provinsi NTT.

Pantauan Koranntt.com, peringatan HUT ke-60 Bank NTT dilaksanakan di Kantor Pusat Bank NTT, dan dihadiri oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat selaku Pemegang Saham Pengendali, Deputi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT Daniel Agus Prasetyo, Kepala OJK Provinsi NTT Japerman Manalu, Sekda Provinsi NTT Domu Warandoy, Direktur Kredit Bank NTT Paulus Steven Messakh, Direktur TI dan Operasional Bank NTT Hilarius Minggu, Direktur Dana Bank NTT Yohanis Landu Praing, Direktur Kepatuhan Bank NTT Christofel Adoe, para Komisaris serta Kepala Divisi dan staf Bank NTT.(*)