Dalam kesempatan tersebut, warga juga mengungkapkan kebutuhan akan mesin pengolah pakan ternak untuk pengembangan ternak sapi. Juga air untuk mengoptimalkan lahan yang masih kosong.

“Untuk mendukung pariwisata, memang kami butuh jalan. Terima kasih kepada bapak Gubernur yang telah datang melihat kami dan telah mengeksplor serta membangun jalan dari Amarasi ke Amarasi Barat, tinggal ditingkatkan. Kami sangat berterima kasih  untuk ini. Tinggal ditingkatkan, kalau bisa dihotmix mulai dari Amarasi menuju ke Amarasi Barat dan tembus ke Kota Kupang sehingga usaha-usaha masyarakat seperti sayur, sirih, pinang, tomat dan hasil-hasil pertanian lainnya tidak hamcur di jalan,” ungkap Kepala Desa Tunbaun, Yerobeam Nitti.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengungkapkan, dirinya  beberapa kali memilih  melewati jalur  jalan tersebut  untuk bertemu masyarakat mulai dari Sumlili, Bone, Sakala, dan terus ke Amarasi Barat ini.

“Jalan ini telah direncanakan untuk jadi jalan transnasional. Pulang dari sini akan direncanakan lalu saya akan ke Jakarta untuk bertemu Menteri PUPR untuk meminta agar segera dibangun sehingga jalan ini jadi jalan yang baik. Tidak ada masalah untuk ini, mungkin masalah waktu saja. Sebenarnya sudah dilakukan tapi karena covid-19, seluruh uang direfocusing. Anggaran yang sudah masuk dalam pos-pos yang  telah disepakati  tidak bisa berjalan dengan baik. Begitu pun tentang jaringan telekomunikasi, kita akan bicarakan dengan menteri. Kalau sudah ada wifi gratis di sekolah ini, kalian  harus memanfaatkannya secara luar luar biasa untuk cari informasi pengetahuan,” kata Gubernur VBL.