Berita  

Kunker ke Amarasi Barat, Gubernur VBL Menginap di Desa Nekbaun

Warga minta perbaiki jalan dan akses jaringan telekomunikasi.

Kunker ke Amarasi Barat, Gubernur VBL Menginap di Desa Nekbaun
Kunker Gubernur NTT di Desa Nekbaun (Foto: Biro Adpim)

Oelamasi, KN – Masyarakat Amarasi Barat sangat bergembira karena Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menjadi Gubernur NTT pertama yang datang dan menginap di Puru Desa Nekbaun Kecamatan Amarasi Barat.

Hal ini terungkap dalam sapaan adat Natoni masyarakat saat menyambut Gubernur VBL di SMK Negeri 1 Amarasi Barat, di Puru Desa Nekbaun Kecamatan Amarasi Barat, Selasa (21/6).

“Lewat sapaan adat Natoni saat penjemputan Gubernur, masyarakat menyampaikan Gubernur tidak pernah ada yang datang ke tempat ini sejak Indonesia merdeka. Dan untuk pertama kali, ada Gubernur NTT tiba di sini dan menginap di sini.Ini suatu sukacita besar bagi masyarakat di sini,” kata Bupati Kupang, Korinus Masneno saat memandu  Kegiatan Dialog Gubernur NTT dengan Masyarakat Kecamatan Amarasi Barat di Halaman SMKN 1 Amarasi Barat, Puru, Desa Nekbaun Kecamatan Amarasi Barat, Selasa (21/6).

Kepala Desa Nekbaun, Isak Naimifu menyampaikan kebutuhan masyarakat,  terkait akses jalan. Kades  Isak juga siap memberikan dukungan dan lahan untuk program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

“Kami minta hanya jalan sa (saja, red). Makan, kami bisa makan, Amarasi Barat  tidak mati dengan makan, hanya jalan sa. Kasihan ibu dan bapak Guru dari Kupang datang mengajar dan anak-anak sekolah yang datang  dari jauh, hanya jalan sa yang kami butuh. Ketong (kami,red) mau gotong royong ini Nekbaun dan Amarasi seluruhnya untuk kerja jalan ini ulang kali juga, kadang su (sudah, red) bosan. Ketong dekat dengan ibu kota provinsi, tapi cuma jalan sa,” kata Isak Naimifu pada kesempatan tersebut.

Sementara itu, seorang Guru pada SMKN 1 Amarasi Barat, Ibu Dethan mengungkapkan, setiap hari datang dari Kota Kupang untuk mengajar di SMKN 1 Amarasi Barat. Selain mengusulkan  perbaikan jalan, ibu Dethan juga meminta akses internet untuk sekolah dan bangunan asrama untuk para siswa.

“Setiap hari kami pp (pergi pulang,red), dari Kota Kupang. Kami sangat membutuhkan jalan. Kami juga kekurangan air bersih. Kami juga membutuhkan network atau jaringan internet untuk mendukung jurusan perjalanan wisata dengan program keahlian ticketing di sekolah ini. Siswa kami juga berasal dari daerah-daerah sekitar dan daerah yang sangat jauh. Kami membutuhkan asrama sehingga memudahkan siswa/siswi untuk akses pendididikan di sini,” jelas Ibu Dethan.

Dalam kesempatan tersebut, warga juga mengungkapkan kebutuhan akan mesin pengolah pakan ternak untuk pengembangan ternak sapi. Juga air untuk mengoptimalkan lahan yang masih kosong.

“Untuk mendukung pariwisata, memang kami butuh jalan. Terima kasih kepada bapak Gubernur yang telah datang melihat kami dan telah mengeksplor serta membangun jalan dari Amarasi ke Amarasi Barat, tinggal ditingkatkan. Kami sangat berterima kasih  untuk ini. Tinggal ditingkatkan, kalau bisa dihotmix mulai dari Amarasi menuju ke Amarasi Barat dan tembus ke Kota Kupang sehingga usaha-usaha masyarakat seperti sayur, sirih, pinang, tomat dan hasil-hasil pertanian lainnya tidak hamcur di jalan,” ungkap Kepala Desa Tunbaun, Yerobeam Nitti.

BACA JUGA:  Polri Jadi Tuan Rumah, Konferensi IAWP 2021 Dihelat di Labuan Bajo

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengungkapkan, dirinya  beberapa kali memilih  melewati jalur  jalan tersebut  untuk bertemu masyarakat mulai dari Sumlili, Bone, Sakala, dan terus ke Amarasi Barat ini.

“Jalan ini telah direncanakan untuk jadi jalan transnasional. Pulang dari sini akan direncanakan lalu saya akan ke Jakarta untuk bertemu Menteri PUPR untuk meminta agar segera dibangun sehingga jalan ini jadi jalan yang baik. Tidak ada masalah untuk ini, mungkin masalah waktu saja. Sebenarnya sudah dilakukan tapi karena covid-19, seluruh uang direfocusing. Anggaran yang sudah masuk dalam pos-pos yang  telah disepakati  tidak bisa berjalan dengan baik. Begitu pun tentang jaringan telekomunikasi, kita akan bicarakan dengan menteri. Kalau sudah ada wifi gratis di sekolah ini, kalian  harus memanfaatkannya secara luar luar biasa untuk cari informasi pengetahuan,” kata Gubernur VBL.

Gubernur berharap dengan adanya jalan itu nanti bisa merubah cara berpikir masyarakat Amarasi Barat, terutama dalam mengoptimalkan lahan.

“Kita tidak mau dengar lagi hanya 20 hektar lahan.  Tapi 1.000 hektar. Minimal ke depannya harus ada 1.000 hektar di Amarasi Barat untuk program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Saat ada Air di musim hujan, 1.000 hektar harus jadi di Amarasi Barat,” ungkap Gubernur VBL.

Dikatakan Gubernur VBL, kemiskinan yang kita alami disebabkan karena kita tidak mau kerja besar, hanya mau kerja kecil.

“Saya yakin bahwa hari ini perspektif orang Amarasi semakin pintar dan maju apalagi kalau jalannya sudah bagus,” pungkas Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Bank NTT juga menyerahkan Simpanan Pelajar kepada siswa-siswi SMKN 1 Amarasi Barat dan Kredit Merdeka kepada masyarakat.

Setelah bermalam di SMKN 1  Amarasi Barat, Gubernur pada Rabu (22/6) melanjutkan kunjungan kerja  dengan melakukan Peninjauan kebun pisang Chavendish milik Kelompok Tani Amarasi Bangkit Oerantium, Desa Niukbaun Kecamatan Amarasi Barat dan mengunjungi Istana Raja Amarasi di Baun.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut  Staf Khusus Gubernur Bidang Ekonomi, Direktur Bank NTT, Dandim Kabupaten Kupang, para pimpinan perangkat daerah lingkup pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang, camat dan para kepala desa se-kecamatan Amarasi Barat, tokoh masyarakat, kepala sekolah, para guru serta siswa-siswi SMKN 1 Amarasi Barat, masyarakat dan undangan lainnya. (Biro Adpim)