Hukrim  

GPS Mobil Rush ke Arah Bolok dan Jalur 40, Adhitya Minta Saksi Jangan Bohongi Hakim

Berdasarkan hasil persidangan sejumlah saksi, Adhitya menilai masih banyak saksi yang belum sepenuhnya berkata jujur di hadapan majelis hakim maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adhitya Nasution bersama keluarga Astri dan Lael memberikan keterangan Pers kepada wartawan di PN Kupang, Selasa 17 Mei 2022 (Foto: Istimewa)

Kupang, KN – Penasehat hukum keluarga korban Astri Manafe dan Lael, Adhitya Nasution, menyebut masih banyak fakta baru yang belum sepenuhnya dibuka. Salah satunya GPS mobil Rush.

Menurut Adhitya, saksi Fitri yang dihadirkan dalam persidangan di PN Kupang telah menjelaskan terkait GPS yang ada pada mobil Rush. Karena Fitri sendiri merupakan pemilik rental mobil.

“Penjelasan Fitri cukup bagus. Kalau kita cermati GPS, masih ada sejumlah poin yang belum masuk dalam BAP. Jadi kita nilai titik yang ada di BAP belum sempurna,” ujar Adhitya, Kamis 8 Juni 2022.

Dalam persidangan, kata Adhitya, saksi Fitri telah menjelaskan, dan ternyata apa yang disampaikan menunjukan tanda tanya besar, terkait keberadaan terdakwa Randy berdasarkan GPS mobil Rush.

“Karena selama ini kita hanya ketahui lokasinya disekitar Holywood tetapi ada banyak titik. Seperti di K40 (Jalur 40), sekitar Bolok,  dan sekitar Balai Konservasi. Itu yang selama ini tidak pernah dibuka,” tegas Adhitya.

Berdasarkan hasil persidangan sejumlah saksi, Adhitya menilai masih banyak saksi yang belum sepenuhnya berkata jujur di hadapan majelis hakim maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU).

BACA JUGA:  Berkas Tersangka Randy Dikembalikan, Adhitya Apresiasi Kinerja Jaksa

“Berdasarkan fakta persidangan dan saksi-saksi yang dihadirkan, ternyata masih banyak fakta yang belum dibuka. Seluruh saksi yang dihadirkan ini harus berkata jujur. Jangan sampai mau membohongi hakim,” tegasnya.

Adhitya menegaskan, hakim merupakan wakil Tuhan. Sehingga ia berharap kepada para saksi untuk berkata jujur, demi kelancaran proses persidangan.

“Hakim itu wakil Tuhan. Jagan dibohong-bohongi. Kita minta para saksi berkata jujur untuk kelancaran proses persidangan. Karena banyak hal yang ditutupi, dan keterangnannya hanya beda menit saja sudah berubah,” terangnya.

Ia menambahkan, semua pihak tentunya berharap penanganan kasus Penkase cepat diselesaikan. Sehingga saksi yang dihadirkan dalam persidangan harus berikan keterangan yang sebenar – benarnya.

“Karena ini menyangkut nyawa orang. Para saksi harus bisa jujur di persidangan. Kalau pun ada fakta baru, pasti kami sampaikan agar perkara ini bisa dikembangkan lagi,” pungkasnya. (*)