“Namun Malaria menjadi ancaman yang cukup serius. Jumlah kasus positif Malaria di NTT 9.536 kasus, yang tersebar di 18 Kabupaten/Kota, dan kasus tertinggi ada di SBD kurang lebih 51% dari total kasus tadi,” ungkap Steven Mendes.
Ketua STIKES Maranatha juga menegaskan bahwa, saat ini dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari semua profesi, demi tercapainya NTT bebas Malaria.
“Saat ini, sudah ada 5 Kabupaten/kota yang berhasil mengeliminasi Malaria, yakni Kota Kupang, Manggarai Timur, Manggarai, Ende dan Ngada,” tandasnya.
Sementara itu Ketua Panitia Seminar Kesehatan Brigida Manuela da Costa.Amd Kep mengatakan, Malaria menjadi penyakit global dan mengancam kesehatan jiwa manusia.
“Tenaga kesehatan dituntut selain meningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga wajib menjaga diri sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, STIKES Maranatha Kupang sebagai institusi kesehatan perlu mendorong kesehatan komunitas.
Karena itu, mahasiswa STIKES Maranatha melaksanakan seminar kesehatan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait Malaria.





Tinggalkan Balasan