Lanjutnya mencontohkan, ibu Yovita Mariati, yang oleh karena perjuangannya sebagai kader posyandu selama 36 tahun dan tidak mendapatkan gaji, akhirnya diundang ke Istana Negara dan mendapat penghargaan di bidang kesehatan oleh Ibu Negara, Iriana Joko Widodo pada peringatan Hari Kartini.
Terhadap apa yang dilakukan dan diterima oleh ibu Yovita ini, Julie Laiskodat berharap agar kaum perempuan di Nusa Tenggara Timur semakin termotivasi untuk bisa melakukan hal-hal positif yang berguna bagi masyarakat dan terus menjadi pahlawan seperti Kartini.
Julie Laiskodat meminta agar kaum perempuan di NTT mampu mencari potensi-potensi yang ada untuk bisa digeluti dan dikembangkan.
“Carilah potensi-potensi yang ada, gelutilah potensi-potensi yang ada dan kembangkanlah potensi-potensi tersebut. Kami dari Pemerintah khususnya PKK dan Dekranasda ada di belakang ibu-ibu Kartini Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.
Sementara itu, berkaitan dengan tantangan kaum perempuan NTT kedepan, Anggota DPR RI Dapil NTT ini menekankan tidak ada yang perlu ditakuti.
Menurut dia, seiring dengan perkembangan zaman dan semakin geliatnya gender, perempuan terus diberi ruang untuk berekspresi dalam berbagai bidang seperti politik, pendidikan, pertanian, peternakan, kesehatan dan perekonomian, ujar Julie Laiskodat.
Untuk diketahui, Yovita Mariati perempuan asal Kabupaten Sikka terpilih menjadi salah satu dari 10 perempuan Indonesia yang menerima penghargaan dari Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin beserta anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) pada peringatan hari Kartini, Kamis (21/04/2022) di Istana Negara, Jakarta.
Yovita Mariati terpilih sebagai penerima penghargaan karena pengabdiannya yang tanpa pamrih dalam bidang kesehatan di daerah terpencil.
Atas apa yang ia alami tersebut, Yovita Mariati merasa terharu dan tidak menyangka kalau dirinya terpilih untuk menerima penghargaan dan harus ke Istana Negara di Jakarta. (*/KN)







Tinggalkan Balasan