Meski sudah mengabdi selama 36 tahun menjadi kader Posyandu, kata dia, Yovita ini tidak pernah dapat gaji. Kalau insentif yang diterima tak seberapa yakni Rp 100.000 setiap bulannya itupun di tahun 2021.

“Kalau bilang tidak terima gaji, tidak benar juga. Dari kelurahan hanya mampu memberikan insentif setiap bulannya Rp 100 ribu,” ujar dia.

Dia mengatakan penghargaan sebagai perempuan berprestasi di bidang kesehatan ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah atas kerja kerasnya.

“Saya rasa bangga. Saya ucapkan terimakasih bapak Presiden Joko Widodo yang berkenan memberikan penghargaan kepada Yovita menjadi perempuan hebat dibidang kesehatan,”pungkas Lurah Nangalimang ini.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah Ketua Tim Penggerak PKK Nusa Tenggara Timur, Julie Laiskodat memaknai Hari Kartini sebagai sebuah momentum bagi perempuan-perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melakukan banyak perjuangan yang sesuai dengan bidangnya.

Hal itu disampaikan Julie Laiskodat saat mendampingi Yovita Mariati, perempuan asal Hoba, Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka setelah menerima penghargaan dari OASE KIM di Istana Negara dalam puncak perayaan Hari Kartini, Kamis (21/04/2022) kemarin.