Ia menjelaskan, jagung yang ditanam tersebut bukan untuk dimakan, tapi untuk pakan ternak. Selama ini, katanya, NTT dalam satu tahun membeli pakan ternak di pulau Jawa dan mengeluarkan uang sebesar Rp1 Triliun lebih.
“Kita kasih ke pulau Jawa. Sudah miskin, beli di tempat orang. Kita mulai berusaha untuk menanam jagung karena dunia lagi kekurangan pakan, apalagi Indonesia saat ini masih impor jagung. Jadi bapak Presiden perintahkan semua Gubernur untuk menanam jagung agar memenuhi pakan untuk kepentingan nasional,” jelasnya.
Yang kedua lanjut VBL, mimpi seluruh masyarakat NTT yang sedang dikerjakan ke depan adalah Tanam Jagung Panen Sapi. Kata VBL, Sapi yang dimaksudkan bukan Sapi biasa, tetapi Sapi yang sangat besar, karena bisa dijual dengan harga Rp400 sampai Rp500 juta.
“Jadi tidak ada lagi Sapi kecil, tetapi Sapi besar dengan daging yang baik.
Ke depan kalau kita tidak tanam jagung, Sapi-sapi itu pakannya terbatas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mimpi besar ini harus dikerjakan secara kolaboratif, dengan cara berpikir yang terintegrasi. Atau dengan kata lain, tidak boleh dikerjakan sendiri-sendiri.



Tinggalkan Balasan