Ia menjelaskan, mimpi besar ini harus dikerjakan secara kolaboratif, dengan cara berpikir yang terintegrasi. Atau dengan kata lain, tidak boleh dikerjakan sendiri-sendiri.
“Jadi ini adalah program Yesus Kristus bukan program Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Manggarai dan Wakil. Bukan, tetapi program Tuhan Yesus, karena untuk menyelamatkan orang yang lapar dan haus. Kalau siapa yang tidak kerja ini, itu berhadapan dengan Yesus bukan dengan saya,” tandasnya
Sementara Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lecky Koli menjelaskan, program TJPS diharapakan mampu menjawab persoalan para petani di NTT khususnya di Kabupaten Manggarai.
“Hari ini ini tentu sudah mulai langkah kecil untuk satu desain yang besar 6 hektar untuk Manggarai dan menanam kurang lebih 4 ratusan hektar di musim tanam dua 2 ini untuk TJPS, sedangkan TJPS reguler sudah ditanam 100 hektar dan sudah dipanen juga sudah dikitim ke luar,” jelas Lecky Koli.
Tidak hanya itu ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah menerapkan yang dinamakan TJPS pola kemitraan.
“Untuk diketahui bahwa ini (TJPS, red) merupakan satu instrumen yang sifatnya ekosistem yang dibangun untuk menyelesaikan dua hal, persoalan pembiayaan pembangunan pertanian untuk para wirausaha mandiri, dan yang kedua persoalan pemasaran hasil produksi yang dihasilkan oleh wirausaha mandiri sekian lama kita tidak pernah selesaikan,” ungkapnya.
Meski demikian Lecky menyampaikan program tersebut memang sengaja dirancang atas arahan Gubernur dan sudah dilakukan di beberapa Kabupaten yang nampaknya ini akan memberikan satu prospek bagi satu pendekatan pembangunan yang sifatnya kolektif, komprehensif, dan integrasi.
“Ini bertujuan untuk mampu menyelesaikan persoalan sosial ekonomi yang sekian lama dialami oleh sebuah Kabupaten karena kita tidak pernah menemukan satu ekosistem yang pelaksanaannya dilakukan cara kolaboratif, hari ini tentunya kita bisa mulai,” terangnya.
Untuk diketahui, hadir dalam kunjungan kerja itu, Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, Direktur Utama Bank NTT, Rombongan Gubernur NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT, Anggota DPRD Manggarai, Unsur Forkopimda, Para Camat, Kepala Desa berserta Sejumlah Tokoh Masyarakat Desa Nao, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas. (Yhono Hande)







Tinggalkan Balasan