“Saya ucapkan terima kasih kepada Kemkominfo RI bahwa untuk Kabupaten Ngada tahun ini di alokasikan 12 buah tower hingga jumlah seluruhnya sudah 80 tower meskipun itu belum apa-apa dan itu kami harus tetap meminta baik BST maupun jaringan internetnya,”tutupnya.
Sementara Agung Suprio selaku Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI ) Pusat juga menyampaikan bahwa pentingnya TV Digital di masa sekarang di banding TV Analog
“Urgensinya pindah dari TV analog ke TV digital, yang pertama bahwa, satu frekuensi itu hanya satu TV jadi kalau di Jakarta itu ada 18 TV Nasional berjaringan termasuk TVRI itu boros pakai 18 frekuensi, tapi kalau pakai digital frekuensi itu di press karena lebih digital, satu frekuensi bisa maksimum 12 TV , jadi kalau ada 18 TV yang saya gambarkan di Jakarta sesungguhnya kita hanya bisa makai du frekuensi itu pun masih lebih dari jumlah sistem dan kualitas gambarnya lebih jernih,” jelasnya.
Meski demikian pihaknya mengatakan, Kominfo telah membuat master plan, seperti di jakarta yang ada 9 multiplekser tetapi di NTT mungkin lebih sedikit.







Tinggalkan Balasan