Kristoforus Aman selaku Akademisi UMKM dalam materinya mengatakan dampak positif dari penggunaan media sosial adalah memperluas jaringan bisnis.
“Cara bijak menggunakan media sosial, yaitu jangan asal posting konten, protect your privacy, jaga etika, selalu waspada dan jangan langsung percaya serta filter akun-akun yang diikuti,” kata Itok Aman.
“Pada tahun 2021 netizen Indonesia mendapat predikat sebagai netizen yang paling tidak sopan,” lanjutnya.
Untuk memasarkan produk, kata dia, perlu berkolaborasi dengan orang lain.
“Follow akun yang tepat, pencarian melalui tagar, dan berinteraksi dengan pengguna media sosial calon konsumen,” terangnya.
Sedangkan, Ketua Dekranasda Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina mengatakan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang penting dalam kegiatan UMKM.
“Kalau bicara tentang bisnis, bicara tentang usaha, apapun bentuknya, apapun skalanya, kita bicara tentang kemampuan manusianya. Ada 2 jenis kemampuan, yaitu soft skill dan hard skill,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Manggarai sangat mensupport UMKM karena kontribusinya besar untuk pertumbuhan ekonomi.
“Data dari tahun 2020 61,97% dari total PDB nasional atau setara Rp. 8.500 triliun dari UMKM. Ini angka yang sangat besar,” katanya.
Kalau UMKM Manggarai yang kami temukan di lapangan, kata dia, minimnya tenaga terampil, kemampuan hard skill masih terbatas, belum adanya manajemen yang jelas, kemampuan digital minim serta keterbatasan modal, akses pasar, sarana dan prasarana. Sedangkan tipe pebisnis Manggarai bekerja karena hobi atau isi waktu, lebih suka bekerja sendiri, sulit berbagi praktik baik, belum paham bisnis kolaborasi, dan belum paham manajemen investasi.
Turut memeriahkan kegiatan ratusan peserta dari berbagai latar belakang, pegiat UMKM Manggarai, MC Febry Djenadut, dan Ronny and Friends Band. (*)







Tinggalkan Balasan