“Jadi kebijakan, keputusan dan program seperti ini harus diterjemahkan, serta dipertimbangkan sesuai kondisi wilayah lokal setempat,” jelas Alvino menambahkan.

Festival itu, kata dia, bisa saja mengalihkan perhatian masyarakat Lamalera, saat melaksanakan upacara musim Leva (melaut). “Karena orang akan lebih fokus dipertunjukan, bukan pada makna seremonial adat Leva Nuang,” terangnya.

Tanpa festival, Desa Lamalera sudah dikenal luas, hingga ke manca negara, dan para wisatawan akan datang dengan sendiri, tanpa promosi seperti upacara pertunjukan tersebut.

“Harusnya, yang paling penting itu bangun infrastruktur ke Desa Lamalera. Kalau saya Pemda, saya malu datang ke Lamalera untuk buat festival, sementara kondisi jalan menuju kampung itu sangat buruk,” ungkap Alvino.

Meski demikian, Alvino mengembalikan semuanya ke para pemangku kepentingan di Desa Lamalera untuk lebih cermat melihat, menerima dan memepertimbangkannya.

“Karena semua ini demi kebaikan, dan menjaga Leva Nuang tidak mandul di tahun ini,” pungkasnya.