“Karena semua ini demi kebaikan, dan menjaga Leva Nuang tidak mandul di tahun ini,” pungkasnya.
Sementara warga diaspora Lamalera lainnya yang ada di Kota Kupang yaitu Jhon Oleona mengatakan, pihaknya sepakat untuk menolak even Festival Leva Nuang di Lamalera.
Menurutnya, penolakan ini telah disampaikan langsung kepada Bupati Lembata Thomas Ola Langoday.
“Saya sudah kontak (via WhatsApp) langsung ke Bupati Lembata. Bupati sendiri menyampaikan bahwa beliau tidak tahu,” jelas Jhon Oleona.
Ia menjelaskan, pihak Dinas Pariwisata Lembata yang dihubungi pun menyampaikan bahwa mereka hanya menyiapkan konsumsi di rumah adat.
Namun Jhon meminta Pemkab Lembata untuk sebaiknya jangan membuat kegiatan yang bisa mengurangi konsentrasi masyarakat Lamalera saat upacara Tobu Namafata dan Misa Leva.
Kata Jhon, kegiatan pemerintahan seperti peresmian rumah internet di Lamalera saat upacara Misa Leva atau sebelum itu, bisa berdampak tidak baik terhadap musim Leva selama satu musim ke depan.
“Misa Leva itu semua konsentrasi ke Pantai. Nanti kehadiran Bupati bisa memecah konsentrasi Misa Leva, karena pasti ada penjemputan dan lain-lain,” ucapnya.
Karena itu, semua pihak sepakat untuk menolak kegiatan Festival Leva Nuang di Lamalera saat upacara pembukaan musim Leva pada bulan Mei mendatang.
“Kami semua sepakat untuk tolak. Tidak ada alasan untuk menggelar kegiatan pemerintahan saat Misa Leva karena itu sakral. Kita serius untuk tolak,” tegas Jhon. (*)







Tinggalkan Balasan