“Ini kan satu program bagaimana pencapaian modal inti Rp3 Triliun, dan juga meningkatkan perolehan laba untuk memupuk modal secara organik,” pinta Robert.
Para pemegam saham, kata dia, harus berkomitmen agar pada tahun 2024 mendatang, Bank NTT harus sudah memiliki modal sebesar Rp3 Trilun, sebagai salah satu syarat menjadi bank devisa.
“Tentunya bank sudah memiliki time line. Jadi setoran modal bisa dijalankan secara konsisten, supaya pada waktunya bisa mencapai target Rp3 Triliun. Para pemegang saham harus komitmen untuk menambah modal,” ungkapnya.
Robert menjelaskan, OJK sangat mendukung keinginan Bank NTT jadi salah satu bank devisa. Namun kesehatan bank harus tetap diperhatikan. Pembinaan rutin terus dilakukan, dengan memantau rencana bisnis dari Bank NTT.
“Tentunya kita terus mengawal. Tidak semata mata mencapai bank devisa. Tetapi secara umum bank harus sehat, terutama di situasi pandemi ini, bagaimana bank itu bisa survive,” terangnya.
“Walaupun kondisinya belum sepenuhnya pulih, dia bisa berperan untuk mendorong ekonomi rakyat. Dan pada giliran kalau bank itu sehat, secara bertahap mau mencapai bank devisa, saya kira sah sah saja,” jelas Rober menambahkan.



Tinggalkan Balasan