Berbagai kegiatan pembelajaran daring, Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara – Sistem Alih Kredit (Permata Sakti), Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan aktivitas sejenis lainnya dapat dilaksanakan dengan lancar.

“Semua itu adalah bukti usaha dan niat baik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang bersama Mendikbudristek menjawabi kebutuhan di tengah masyarakat,” ungkap Pater Philipus Tule.

Ia menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19, Unwira dituntut agar beradaptasi dengan perubahan, untuk menggunakan teknologi pembelajaran jarak jauh atau online.

Sehingga wisuda kali ini menjadi momentum baik, untuk menunjukan kepada publik, bahwa dalam kondisi sulit sekalipun, Unwira Kupang mampu menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi dan berkontribusi demi pembangunan masyarakat, bangsa dan gereja.

“Pemanfaatan teknologi canggih sekarang ini terus kita cermati. Banyak wisudawan periode ini yang melakukan kegiatan KKN, PKM, penelitian untuk tesis dan skripsi secara online, meski belum didukung dengan sarana dan prasarana IT yang memadai,” terangnya.