Kupang, KN – Universitas Katolik Widya Madira Kupang mewisudakan 500 Sarjana dan Magister Periode I Semester Ganjil, Tahun Akademik 2021/2022.
Prosesi wisuda dipimpin langsung Rektor Unwira Pater Dr. Philipus Tule, SVD, dan berlangsung Aula Santa Immaculata, Sabtu 19 Maret 2022.
Rektor Unwira Pater Philipus Tule, SVD, dalam sambutanya mengatakan, meski di tengah gempuran pandemi Covid-19, Unwira bisa mewisuda 25 orang Magister dan 475 orang Sarjana.
Menurut Pater Rektor, pandemi Covid-19 bukan sebuah halangan untuk terus berprestasi, karena itu hari ini Unwira berhasil mewisudakan 500 Sarjana dan Magister.
Selama masa pandemi Covid-19, lanjutnya, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang tetap menggelar prosesi wisuda secara online, dan meluluskan 2061 Magister dan Sarjana.
“Hari ini Unwira kembali melaksanakan wisuda secara offline bagi 500 orang wisudawan. Dengan bangga kami persembahkan Magister dan Sarjana baru ini ke tengah masyarakat,” jelasnya.
Momentum wisuda ini menjadi salah satu indikator kesuksesan pemanfaatan teknologi canggih, yang merupakan bukti daya resiliensi Unwira di tengah pandemi Covid-19.
Berbagai kegiatan pembelajaran daring, Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara – Sistem Alih Kredit (Permata Sakti), Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan aktivitas sejenis lainnya dapat dilaksanakan dengan lancar.
“Semua itu adalah bukti usaha dan niat baik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang bersama Mendikbudristek menjawabi kebutuhan di tengah masyarakat,” ungkap Pater Philipus Tule.
Ia menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19, Unwira dituntut agar beradaptasi dengan perubahan, untuk menggunakan teknologi pembelajaran jarak jauh atau online.
Sehingga wisuda kali ini menjadi momentum baik, untuk menunjukan kepada publik, bahwa dalam kondisi sulit sekalipun, Unwira Kupang mampu menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi dan berkontribusi demi pembangunan masyarakat, bangsa dan gereja.
“Pemanfaatan teknologi canggih sekarang ini terus kita cermati. Banyak wisudawan periode ini yang melakukan kegiatan KKN, PKM, penelitian untuk tesis dan skripsi secara online, meski belum didukung dengan sarana dan prasarana IT yang memadai,” terangnya.







Tinggalkan Balasan