“Di TTS juga harus dikembangkan. Karena bambu bisa ditanam di lahan yang kritis, miring, serta lebih cepat tumbuh. Satu hektar bambu bisa menyimpan air 5000 liter dalam satu tahun. Bayangkan kalau kita punya 100 hektar laham bambu. Berapa debit air yang bisa disimpan,” jelasnya.
Menurutnya, DPMD NTT bisa tentukan lokasi untuk membudidaya bambu di Kabupaten TTS, terutama pada puncak gunung Mutis, karena lokasinya berada di ketinggian.
“Air di Timor itu kan dari Mutis. Jadi semua desa di lereng gunung itu kita bisa budidaya bambu. Sehingga sungai sungai kita tidak berair saat musim hujan saja. Tetapi karena bambu, sungai kita mulai ada air disetiap musim panas,” pungkasnya.(*)
Halaman







Tinggalkan Balasan