Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan dalam kegiatan katakese adalah partisipatif, yang kemudian dijbarkan dalam metode 3M, melihat situasi hidup konkret, menilainya dalam terang Sabda Allah dan memutuskan aksi konkret yang akan dilakukan.
“Dengan pendekatan dan metode seperti ini, peserta dapat mengambil bagian secara aktif dalam proses katekese dan melihat pengalaman hidup imannya secara jernih,” pungkasnya.
Mahasiswa Prodi Teologi, Oktavianus Budiman, menyampaikan, ia sangat antusias mengikuti kegiatan pembekalan fasilitator katakese yang diselenggarakan.
Sebagai calon katekis, Budiman menilai kegiatan itu sangat bermanfaat baginya, karena menjadi seorang pemimpin katakese sangat membutuhkan ketrampilan.
“Tadi ketika diminta untuk menjadi fasilitator katekese tingkat kami, saya merasa agak gugup karena ini merupakan pengalaman pertama bagi saya,” jelasnya.
Dengan demikian, ia berharap agar kegiatan seperti ini dijalankan secara rutin, baik secara internal Prodi, maupun lintas Prodi dan di tengah umat.



Tinggalkan Balasan