Katarina, salah satu petani, yang ditemui wartawan, mengaku sangat berayukur, karena pondoknya yang berkuran 5×5, dan berdinding bambu itu bisa didtangi para jurnalis. Ia berharap persawahan Lingko Tasem segera menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Manggarai.
“Orang bilang semua di atas bumi bisa dijadikan uang. Kami petani sangat mengharapkan peningkatan ekonomi. Kami baru tahu ternyata ubi, pisang, kopi dan makanan kampung kami bisa menjadi uang,” harap Katarina.
Katarina menjelaskan, sebenarnya ia tidak memasang tarif terhadap kopi dan hidangan lokal yang disuguhkan kepada para tamu yang mendatangi pondoknya. Karena, menurut Katarina, setiap tamu yang datang harus dilayani secara baik.
“Tetapi yang terjadi, mereka (tamu) justru kasih uangnya tidak ukur ukur. Dan saya sangat bersyukur karena mendapat rezeki seperti itu,” tandasnya.
Untuk diketahui, kedatangan para jurnalis yang tergabung dalam
Persatuan Jurnalis Manggarai (PJM) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), merupakan trail rice field, pada kegiatan tour Jurnalis dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2022. (*)



Tinggalkan Balasan