Kepala Desa Tebarra, Marthen Ragowino dalam laporannya menyampaikan, kampung Loli Atas dikenal sebagai orang yang suka perang suku, malas kerja, curi dan sebagainya. Namun itu cerita masa lalu, sekarang sudah jauh berubah.
Sejak 2018 dia menjabat sebagai kepala desa, mereka mendirikan Bumdes, dan kemudian Bumdes ini terus bertumbuh.
Bumdes Iya Teki atau dalam bahasa setempat memiliki arti ‘Satu Suara’, Kampung Adat Prai Ijing sudah banyak berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Bumdes yang didukung Perdes tentang retribusi, mendatangkan PAD yang tidak sedikit, yakni Rp 170 juta di tahun 2018, lalu pada tahun 2019 mendulang Rp 244 juta, namun turun di tahun 2020 yakni hanya Rp 47 juta karena COVID 19.
“Kami mendapatkan banyak penghargaan baik tingkat lokal maupun nasional oleh beberapa kementerian,” kata Marthen Ragoniwo dalam laporannya kepada Gubernur NTT bersama rombongan.
Salah satu penghargaan yang baru diperoleh Prai Ijing adalah dinobatkannya mereka sebagai Desa Favorit dalam Festival Desa Binaan Bank NTT tahun 2021.



Tinggalkan Balasan