Ke depan, pihak sekolah akan mengedukasi siswa dan siswi agar tidak terjadi kenakalan remaja apalagi free sex ataupun tindakan kriminal lainnya.
“Kami akan mengedukasi siswa supaya kejahatan-kejahatan seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.
Pius mengharapkan peran orang tua untuk memberikan kasih sayang, pengawasan atau bimbingan, maupun penggunaan teknologi terhadap anak supaya tidak terjadi kebebasan yang berlebihan.
“Paling tidak dari sekolah kami mengajak untuk bekerja sama, bukan hanya tanggung jawab sekolah atau tanggung jawab orang tua saja. Tapi kita sama-sama, karena sebagian besar kehidupan kita ada di tangan orang tua,” ungkapnya.
“Sehingga perlu ada juga edukasi di keluarga atau di masyarakat bukan hanya pada ada saat kejadian tetapi paling kurang ada tindakan preventif,” tambah Pius.
Meskipun usia kepemimpinannya masih seumur jagung namun Pius tetap berusaha untuk terus melakukan sosialisasi terkait kenakalan remaja.
“Saya belum satu bulan Kepala Sekolah di sini, akan tetapi saya tetap berusaha dan berencana paling tidak ada pihak luar untuk tetap mensosialisasikan tentang bahaya (kenakalan remaja, red) ini,” tutupnya. (*)



Tinggalkan Balasan