Menurut Saefudin, sentuhan kebanyakan hanya dilakukan pada tingkat pengurus. Sementara komponen utamanya adalah latihan, dan para atlet wajib dibiayai hingga sarjana, serta digitalisasi data para atlet.

“Yang harus dipahami bersama bahwa olahraga bukan hanya prestasi. Tetapi juga bisnis, ekonomi dan UMKM,” pungkasnya. (Biro Apim NTT)