Sementara Simon Petrus Djami selaku Ketua BPD berharap agar akses jalan menuju Desa Laob bisa segera diperbaiki, agar mereka bisa ke kota untuk memasarkan produk-produk unggulan seperti asam.
“Ada satu jalan alternatif bagi kami untuk memasarkan hasil kami di kota. Kami berharap kami diperhatikan untuk menyelesaikan jalan tersebut,” kata Simon Djami.
Selain akses jalan dan pemasaran produk unggulan, warga Desa Laob juga berharap kepada Gubernur NTT untuk memperhatikan ketersediaan tenaga guru.
Desa Laob saat ini sangat kesulitan untuk memperoleh guru yang berijazah Sarjana. Alhasil, anak-anak Desa Laob yang berijazah SMA pun diberdayakan untuk mengajar di tingkat TK, SD dan SMP.
Menanggapi permintaan warga Desa Laob, Gubernur Viktor Laiskodat mengatakan dirinya akan berbicara dengan Menteri PUPR agar status jalan dinaikan menjadi Jalan Nasional.
Menurut Gubernur Viktor, jika status jalan dinaikan, maka bisa langsung dikerjakan oleh pemerintah pusat karena pemerintah Provinsi NTT mengalami keterbatasan anggaran.
“Tetapi nanti saya pantau. Ternyata dalam perjalanan kami ada uang lebih, saya bisa langsung masuk ke situ (jalan,red),” tegas Gubernur Viktor.
Sementara terkait pengolahan Asam dan Cabai, Gubernur Viktor memberikan kepercayaan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga Desa Laob.
Ia juga memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk membangun SMK di Desa Laob demi pengembangan sumber daya manusia.
Di akhir dialog, Gubernur Viktor mengajak semua pemimpin di Provinsi NTT untuk harus bekerja bersama rakyat.
“Pemimpin NTT itu kerjanya seperti budak, tapi pintarnya seperti raja dan makannya seperti raja,” tandas Gubernur Viktor.
Nestapa yang disampaikan oleh warga Desa Laob bukan tanpa alasan. Mereka sudah ratusan tahun hidup bersama luka yang tak kunjung sembuh.
Semoga kehadiran Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan rombongan yang juga bermalam di Desa Laob menjadi mentari yang membawa terang menuju masa depan cerah Desa Laob. (*)







Tinggalkan Balasan