“Total nilai donasi malam ini Rp712 juta belum ditambah sumbangan yang ditransfer melalui rekening donasi maupun QRIS Mobile Bank NTT. Kita rekap saja yang terkumpul di hotel malam ini, jumlahnya mencapai Rp712 juta dan esok baru kita hitung lagi dengan donasi yang ditransfer ke rekening panitia,” ucap ketua panitia pembangunan taman doa, Adi Pontus di sela-sela penutupan acara.

Taman doa ini dibangun sejak 28 September 2018 dan diletakkan batu pertama pembangunannya oleh Uskup Atambua.

Karena kekurangan dana, panitia mencari dana melalui penjualan albun rohani yang dari penjualannya berhasil mengumpulkan Rp155 juta yang menjadi modal awal untuk kelanjutan pembangunan.

Ke depan, tidak saja taman doa yang diprioritaskan melainkan Paroki menghadirkan konsep pemberdayaan ekonomi umat.

Bupati TTU, Juandi David dalam ungkapan hatinya menyampaikan banyak syukur karena Tuhan sudah mengirim donatur-donatur berhati mulia untuk melakukan pekerjaan mulia.

“Kita bersyukur karena kuasa Tuhan sendiri yang telah menggerakkan hati bapa ibu sekalian yang melangkah ke tempat ini. Saya percaya, bapak ibu yang hadir adalah orang-orang yang pandai bersyukur karena mereka yang pandai bersyukurlah yang bisa berbagi berkat yang mereka terima,” kata David.

Dia mengucapkan selamat kepada semua yang menjadi bagian dalam pembangunan taman doa. Dukungan tu tidak dilihat dari nilainya melainkan pada keiklasan dan kerelaan untuk membangun iman umat.

“Kepada Bank NTT khususnya kepada pak Harry yang turut mendukung pembangunan taman doa, sejak beberapa waktu lalu hingga kegiatan pengalangan dana ini saya ucapkan banyak terimakasih,” tegasnya. Hal yang sama disampaikan Bupati Belu, Antonius Taolin.

Sementara Uskup Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr dalam sambutan singkatnya mengapresiasi segala bentuk dukungan yang diberikan oleh pemerintah pusat, Pemprov NTT maupun pemerintah kabupaten yang bersama dengan lembaga keuangan yakni Bank NTT, menyatakan kepeduliannya dalam pertumbuhan iman umat.

“Terima kasih karena telah memprakarsai dan membantu masyarakat dengan banyak program yang bersifat memberdayakan. Saya adalah uskup yang senantiasa memiliki rasa keterpanggilan untuk kesejahteraan umat yang lebih. Doa-doa kami rasanya tidak akan lengkap kalau masyarakat kita masih hidup dalam segala macam kekurangan. Maka saya sering ajak banyak pihak bergandengan tangan. Terimakasih atas banyak jawaban cerdas, yang bersifat solutif. Banyak kendala yang kita hadapi, para imam yang melayani umat. Terimakasih karena pekerjaan ini merupakan suatu sinergi, sekaligus menggalang kebersamaan,” ucap Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.