“Jika kepercayaan itu hilang, maka selamanya orang tidak akan percaya lagi dengan kita. Makanya harus dijaga,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, sosok yang akrab disapa Jeriko ini berbagi pengalamannya selama menjalankan bisnis kantong semen di Jakarta, hingga bisa menghasilkan omset miliaran rupiah perminggunya.

Senada, Abraham Paul Liyanto menekankan bahwa seorang pengusaha dalam berorganisasi harus berorientasi pada jaringan, bukan uang. Berorganisasi menurutnya, juga sebagai wadah berdiskusi dan bertukar pikiran satu sama lain.

Hal yang tak kalah penting disampaikan anggota DPD RI 3 periode ini adalah merubah cara berpikir dari plutokrasi atau berbicara hanya masa lalu, ke meritokrasi atau berbicara tentang hal-hal terkait masa depan.

“Harus percaya diri bicara masa depan. Bekerja dan berpikir secara milenial. Jangan lagi kerja pakai cara-cara yang lama,” pungkasnya. (*)