Ia menjelaskan, berkas pendaftaran yang belum dipenuhi oleh keempat kandidat adalah Pakta Integritas, Kartu Anggota Kadin tiga tahun berturut-turut, syarat dukungan minimal dari tiga kabupaten, serta biaya pendaftaran sebesar Rp300 Juta.
Tony Pitoby juga menegaskan panitia tidak berpihak kepada kandidat calon Ketum manapun.
Panitia bekerja secara profesional dan netral. Hal ini dibuktikan dengan pergantian Ketua OC Musprov NTT yang sebelumnya dijabat Bobby Lianto, dan saat ini dijabat owner Garda Maririm Yusak Benu.
“Saya tegaskan, kami tidak berpihak ke kubu atau kandidat manapun,” tegas Tony Pitoby.
Sementara Ketua Organizing Commitee (OC) Yusak Benu menyebut pada tanggal 10 Desember 2021, Bobby Lianto resmi mendaftarkan diri menjadi kandidat Calon Ketum Kadin NTT.
Pada saat yang bersamaan, Bobby Lianto telah mengundurkan diri dari Ketua OC untuk menjaga netralitas kepanitiaan dan mematuhi AD/ART organisasi.
“Ketika saudara Bobby Liyanto mengundurkan diri dari kepengurusan OC, netralitas yang terjaga dalam kepanitiaan ini solid. Panitia tidak berpihak pada pihak manapun, tetapi berpihak kepada kepentingan utama yakni Kadin NTT,” katanya.



Tinggalkan Balasan