Orang nomor satu di NTT itu berharap ke depan NTT memiliki Rumah Sakit Jantung dan Ginjal dengan perspektif pariwisata, karena penyakit Jantung merupakan jenis penyakit pembunuh nomor satu di dunia.
Kata Gubernur Viktor, orang NTT banyak yang mengkonsumsi air kapur, sehingga potensi gangguan Ginjal pada masyarakat pasti tinggi. Rumah Sakit khusus ginjal perlu disiapkan sejalan dengan kebijakan pemerintah, dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten/Kota.
Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Dr. dr. Iwan Da Kota, SPGJP mengungkapkan komitmenya dalam menindaklanjuti kebijakan Kementrian Kesehatan terkait dengan keputusan Menteri Kesehatan RI nomor : HK. 01.07./MENKES/7128/2020 tanggal 24 November 2020 tentang status RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes kupang sebagai Rumah Sakit Jejaring Rujukan Kardiovaskuler.
“Saya bersama teman-teman, merupakan tim pengampu jejaring jantung seluruh Indonesia, terdapat 54 Rumah Sakit di seluruh Indonesia di 34 Provinsi. Kami melakukan pembinaan dan pelayanan, dalam persiapan dua tahun ke depan harus sudah sesuai standar pelayanan pasien Jantung sesuai standar di RS. Harapan Kita,” ungkap Dirut Iwan.



Tinggalkan Balasan