“Ternyata bencana yang terjadi di Malaka dimaknai dengan adanya kebahagiaan tersendiri. Usai seroja yang saya analogikan serangan roh jahat, muncul juga sehat rohani dan jasmani melalui bantuan dari tangan-tangan terulur baik yang keliatan maupun tidak keliatan,” ujar Bupati yang berprofesi advokat ini.
Sehubungan dengan adanya Rumah Sehat yang disumbangkan para donatur yang dikoordinir Andreas Sofiandi, Bupati Malaka berkomitmen untuk melakukan kolaborasi dan sinergitas.
“Tim donatur sudah memberikan sumbangan peralatan yang banyak dan mewah termasuk para dokter, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang senantiasa menginginkan kesehatan dalam hidupnya,” ungkapnya sambil menambahkan jika semua ini dilakukan, tujuan mulia ini menjadi kenyataan.
Terkait terminologi Rumah Sehat, Dosen Hukum Universitas Warmadewa Bali ini mengaku setuju.
“Saya sepakat dengan nama Rumah Sehat, yang mana setiap orang yang datang untuk berobat ingin memperoleh kesehatan. Artinya juga bahwa secara psikologis, setiap orang yang datang berobat karena sakit pasti berharap untuk sehat atau sembuh,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan