Dia menyebut, Politeknik eLBajo Commodus tidak hanya sediakan program studi pariwisata. Namun, ada juga program studi lain, yang mampu mengangkat potensi daerah lainnya.

“Kami tidak jadikan pariwisata sebagai prioritas. Tetapi menjadi leading sektor yang mampu menarik potensi daerah lainnya,” ungkap Fitri.

Ia menambahkan, kurikulum yang digunakan di Politeknik eLBajo Commodus, dibangun berdasarkan kebutuhan industri, sehingga lulusan yang diciptakan betul-betul terpakai dan siap bekerja pada industri.

Humas dan Kerjasama Politeknik eLBajo Commodus, Yulian Pauli, S.Si, mengatakan, pembangunan kampus eLBajo bermula ketika ketua yayasan Noviana Halim berkunjung ke Labuan Bajo, dan melihat belum ada satu pun perguruan tinggi yang ada disana.

“Jadi kami hadir bukan hanya semata-mata ingin membangun perguruan tinggi disana. Tetapi memang ada kebutuhan disana, karena belum ada kampus,” jelas Yuliana Pauli.

Menurutnya, pembangunan Politeknik eLBajo Commodus di Labuan Bajo mendapatkan respon positif dari tokoh masyarakat, toko adat, tokoh agama, serta Pemerintah Daerah Setempat.