Dia menyebut, Politeknik eLBajo Commodus tidak hanya sediakan program studi pariwisata. Namun, ada juga program studi lain, yang mampu mengangkat potensi daerah lainnya.
“Kami tidak jadikan pariwisata sebagai prioritas. Tetapi menjadi leading sektor yang mampu menarik potensi daerah lainnya,” ungkap Fitri.
Ia menambahkan, kurikulum yang digunakan di Politeknik eLBajo Commodus, dibangun berdasarkan kebutuhan industri, sehingga lulusan yang diciptakan betul-betul terpakai dan siap bekerja pada industri.
Humas dan Kerjasama Politeknik eLBajo Commodus, Yulian Pauli, S.Si, mengatakan, pembangunan kampus eLBajo bermula ketika ketua yayasan Noviana Halim berkunjung ke Labuan Bajo, dan melihat belum ada satu pun perguruan tinggi yang ada disana.
“Jadi kami hadir bukan hanya semata-mata ingin membangun perguruan tinggi disana. Tetapi memang ada kebutuhan disana, karena belum ada kampus,” jelas Yuliana Pauli.
Menurutnya, pembangunan Politeknik eLBajo Commodus di Labuan Bajo mendapatkan respon positif dari tokoh masyarakat, toko adat, tokoh agama, serta Pemerintah Daerah Setempat.
“Mereka sangat mendukung dan mensuport kami. Karena pendidikan ini ujung-ujungnya untuk meningkatkan SDM dan perekonomian,” jelasnya.
Ia berharap, dengan kehadiran kampus eLBajo dapat menjadi sarana dan fasilitator untuk membangkitkan cara berpikir anak daerah yang dinilai masih dalam ruang lingkup yang kecil
“Meski baru 3 tahun berdiri, kami sangat memimpikan siswa kami bisa memiliki dunia yang lebih luas, sehingga kami juga terus buka jaringan seluas mungkin dengan industri yang di luar,” tandasnya.
Ondi Asroni, M. Kom, yang mewakili Direktur Politeknik eLBajo Commodus, mengatakan, untuk mempromosikan kampus, pihaknya telah melakukan road show di hampir semua daerah yang ada di daratan Pulau Flores.
“Sampai ke pesisir-pesisir itu memang kami lakukan. Tetapi saat pandemi COVID-19, kami terpaksa lakukan road show secara digital. Itu yang sudah kami lakukan,” terangnya.
Dia menjelaskan, pihaknya membuka kampus di Labuan Bajo karena disana terdapat peluang yang sangat besar, dimana belum ada satu pun perguruan tinggi yang dibangun.







Tinggalkan Balasan