Ruteng, KN – Yayasan Santu Paulus Ruteng (Yaspar) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan bermutu bagi para mahasiswa/i yang menempuh pendidikan di Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng.

Salah satu cara yang sedang disiapkan pihak yayasan adalah menyediakan beasiswa bagi para dosen untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi.

Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng (Yaspar) Pastor Ledobaldus Rolling Mujur, S.Fil., M.M mengatakan, yayasan sangat proaktif melakukan usaha pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para dosen yang tengah mengabdi di Unika Santu Paulus Ruteng.

Menurutnya, bagi para dosen Strata satu (S1) potensial, akan ditugaskan menempuh Pascasarjana sesuai bidang yang digeluti. Namun pada tiga tahun terakhir, pihaknya lebih fokus mengirimkan dosen S2 menempuh S3, dan mengizinkan dosen yang mendapat beasiswa dari pemerintah untuk lanjut sekolah.

“Setiap tahun Yayasan Santu Paulus Ruteng mengirimkan para dosen menempuh pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Semua itu dilakukan demi peningkatan mutu Unika Santu Paulus Ruteng,” ujar Ledobaldus Rolling Mujur kepada wartawan, Jumat 26 November 2021.

Dia menyebut, Yayasan juga telah menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan, untuk menunjang proses perkuliahan di kampus. Sarana yang disiapkan berupa ruang kuliah dan perlengkapan kuliah, kantor dan peralatan operasionalnya, perpustakaan, laboratorium, sarana olahraga, garasi, auditorium/aula untuk kegiatan besar, dan toko ATK.

“Sementara untuk memenuhi kebutuhan khusus, unit kerja Unika Santu Paulus Ruteng telah mengajukan permohonan ke Yaspar dan akan di penuhi sesuai kebutuhan mereka,” jelasnya.

Untuk menjalankan lembaga pendidikan tinggi seperti Unika Santu Paulus Ruteng, tentu sangat dibutuhkan personalia yang memadai baik secara kuantitas, maupun kualitas. Sehingga yayasan akan merekrut dan mempekerjakan karyawan yang memiliki kualitas.

Ia menerangkan, proses perekrtutan khusus tenaga dosen dan pegawai administrasi akan dilakukan secara terbuka. Dimana pihak kampus mengajukan kebutuhan tenaga dosen ke yayasan, kemudian dilakukan seleksi administrasi dan kemampuan dosen, selanjutnya diserahkan kembali ke pihak kampus. Demikian juga dengan seleksi pegawai administrasi.