“Pada bulan April tahun 2020 kita melaksanakan kejuaraan tingkat nasional. Itu dilaksanakan secara virtual karena kondisi pandemi Covid-19. Indonesia waktu itu menduduki juara 3. Mendapat mendali perunggu Kejuaraan tingkat nasional pertama,” katanya.

Kemudian di tahun 2021, persisnya pada tanggal 23 Juni, terjadi perubahan nomenklatur dari Porkemi ke Federasi Kempo Indonesia (Forkemi).

Pada saat itulah International Kempo Federation mengakui bahwa FKI sudah menjadi salah satu anggota.

Kata Kanis Nasak, pada tanggal 25 Oktober kemarin sampai dengan 31 Oktober 2021 dilaksanakan kejuaraan internasional yang diikuti oleh 29 negara di Turki.

“Puji Tuhan, Indonesia berhasil mendapat 8 medali emas. Ada 5 medali perak dan medali perunggu ada 7.” Tandas Ketua FKI yang juga Kadis DLHD Manggarai itu.

Sebagai pengurus FKI, ia meminta Marko untuk mempertahankan prestasi yang sudah berhasil diraih hari ini, dan tugas lainnya yang harus dilaksanakan adalah bagaimana melahirkan Marko-Marko yang lain.

“Harapannya begini, kita jangan cepat merasa puas diri dengan prestasi yang ada. Tetapi kita tetap harus menciptakan dan menghasilkan Marko-Marko lain di waktu yang akan datang. Kuncinya adalah tetap disiplin,” tutupnya. (*)