“Kalau kita menjaga pengendalian angka Covid dan ada kegiatan event internasional maka kita yakin selanjutnya ini berdampak pertumbuhan ekonomi bisa kita pulihkan,” ujar eks Kabareskrim Polri ini.

Mantan Kapolda Banten ini juga melanjutkan bahwa kunci lain agar dunia luar percaya bahwa Indonesia tempat aman untuk berkegiatan dan berwisata adalah dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta menunjukan bahwa Indonesia adalah bangsa yang ramah menyambut para wisatawan baik luar maupun dalam negeri.

Walaupun negara kita terdiri dari berbagai macam suku, agama, bahasa tapi kita bisa menunjukan Indonesia aman. Masyarakat ramah dan itu semua bisa kita lakukan kalau kita menjaga persatuan dan kesatuan. Dari sisi fasilitas, masyarakat, kesiapan dan keramahan kita tunjukan kita mampu. Ini terjadi apabila penanganan Covid baik, kamtibmas kondusif, masyarakat yang baik menerima, sehingga kita bisa menjadikan NTT khususnya Labuan Bajo siap menyambut wisatawan internasional dan domestik,” papar Sigit.

Dalam kesempatan ini, Panglima TNI dan Kapolri juga menyempatkan diri untuk menyapa secara virtual guna melihat langsung proses vaksinasi massal.

Secara terposah, salah satu warga Labuan Bajo, yang mengikuti vaksinasi Covid-19, Yulianus Radiusman (23) mengaku telah berangkat dari rumahnya sekitar pukul 07.00 WITA.

Ia sempat takut mengikuti vaksinasi Covid-19 karena berbagai hoax yang dibaca dan didengar seputar Covid-19.

“Perasaan saya itu grogi mau divaksin karena ada kejadian setelah vaksin ada kematian, ada yang suntik dua minggu kejang-kejang lalu meninggal, tetapi ada niat saya akhirnya saya vaksin, setelah vaksin masuk saya merasa lega tidak ada beban buat saya lagi,” ujar Yulianus saat ditemui Mediakupang. comdi lokasi.

Yulianus mengatakan, sebagian masyarakat yang menolak menerima vaksinasi Covid-19 biasanya terpengaruh hoaks. Mereka jadi takut divaksin.

“Saya mengajak masyarakat Labuan Bajo tidak usah takut kalau ragu-ragu ke dokter periksa dulu baru datang ke tempat vaksin,” kata Yulianus.