Skill yang dimiliki Azizah Maumere cocok dan pas untuk menyanyikan karya-karya lagu Chossypratama, dan jadi salah satu bentuk dukungan Chossypratama untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat para generasimuda di seluruh daerah di Indonesia.

Rully Aryanto juga mengatakan, dangdut adalah genre musik yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat, karena itu aransemen musik lagu Mimpi Terindah dari Azizah Maumere sengaja digarap dengan menggunakan alat-alat musik manual yang dimainkan oleh masing-masing maestronya, yaitu: Hussein Khan (tabla), Saat Syah (suling), Noldy Benyamin (gitar), Wanda Omar (bass), dan Chossypratama (keyboard).

Alasan terbesar bagi CPP untuk merilis ulang lagu Mimpi Terindah karena lagu tersebut adalah salah satu lagu hits Chossypratama yang ingin disajikan lagi pada masyarakat dalam warna baru, selain itu juga berkenaan dengan program CPP untuk merilis lagi semua masterpiece Chossypratama dalam format Dolby Atmos.

“Lagu Mimpi Terindah digarap dalam konsep musik yang lebih fresh, dan lagu tersebut jadi lagu dangdut pertama di Indonesia yang dirilis dalam format Dolby Atmos. Sekarang industri dan teknologi sudah mengarah ke Dolby Atmos semua, dan CPP sudah memulainya,” kata Rully Aryanto.