Menurutnya, potensi-potensi jemaat perlu didorong sesuai dengan program yang inheren dengan kehidupan masyarakat Kabupaten Kupang yaitu program Revolusi 5P yang digencarkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kupang periode 2019-2024.
“Bersama para pendeta, masyarakat diharapkan dapat bersinergi membangun jemaat dan menata kehidupan jemaat,” jelasnya.
Sementara itu, dalam pertemuan tersebut Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno mengatakan pemerintah setuju dengan kegiatan yang dicanangkan oleh pengurus GMIT khususnya klasis Sulamu.
Menurut orang nomor satu di Kabupaten Kupang ini, seyogyanya gereja, jemaat, pemerintah, dan masyarakat adalah satu kesatuan dalam pembangunan daerah.
“Mau apapun visi, misi, dan lain sebagainya, tujuan sesungguhnya adalah pemberdayaan kesejahteraan rakyat,” jelas Bupati Masneno.
Politisi Partai NasDem ini mengimbau pendeta dan jemaat agar segera merancang program-program yang membangun sesuai potensi jemaat, sehingga bisa diakomodir oleh Dinas Teknis.
“Berpikirlah untuk bangkit, dan jika ingin maju harus akui kekurangan, sehingga dapat diperbaiki bersama. Ibaratnya, pebisnis yang celaka adalah pebisnis yang tak tahu kekurangannya,” tandas Bupati Korinus Masneno. (Pkp_Kupang/Mercy)



Tinggalkan Balasan