Ia mencontohkan minuman dingin berbahan dasar kelor dengan sistem franchise yang dikelolah oleh kelompok milenial. Saat ini di Kota Kupang kata dia sudah memberdayakan puluhan UMKM yang kelolah oleh anak-anak muda.

“Dua Bulan lalu kami melaunching di Kota Kupang yang namanya Haydrink dari bahan dasar kelor. Kelor NTT itu juara 1 didunia. Kami modalin para milenial yang mau berwirausaha. Kalau di Jakarta itu seperti minuman Boba. Kami melibatkan anak-anak muda. Saya ditantang oleh Mahasiswa Poltekes Kupang, Bunda bagaimana disaat seperti ini kami bisa berwirausaha dan menghasilkan penghasilan. Itu yang kemudian memacu kami untuk menghadirkan Haydrink berbahan dasar kelor pertama di Asia Tenggara,” kata Bunda Literasi ini.

Perhatian Dekranasda NTT terhadap kelompok muda kata Julie Laiskodat adalah bagaimana mendorong mereka untuk menjadi pebisnis. Untuk produk Kopi kata dia, hampir semua kabupaten di NTT ada komoditas ini. Oleh karena itu Dekranasda NTT menggandeng kelompok milenial untuk bergerak disegala lini produk unggulan. Dekranasda NTT akan memfasilitasi alat untuk agar menjaga standar mutu dalam penyajian kopi.