“Kenapa khusus cabor Taekwondo hanya dua orang? Karena kebanyakan pelatih-pelatih hanya mencetak atlet, tetapi tidak pernah mempersiapkan diri dengan baik, untuk bisa memimpin even lokal di NTT maupun skala nasional,” tegas pria DAN 3 Kukkiwon Sabuk Hitam ini.

Fransisco berharap kepada pengurus Pengprov TI NTT yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya, untuk memanggil pelatih-pelatih sabuk hitam agar bisa mengikuti ujian wasit nasional.

“Tentunya para pelatih harus mempersiapkan fisik, mental, dan teori, serta dana karena kita jalan ke luar daerah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, wasit bisa menjadi profesi baru bagi pelatih Taekwondo sabuk hitam. Sehingga apabila Covid-19 meredah, dan ada even kejuaraan daerah, maka sudah pasti ada penghasilan tambahan yang bisa diperoleh.

“Investasi yang digunakan untuk mengikuti ujian wasit nasional dan dinyatakan lulus, akan digunakan untuk hal-hal yang positif di kemudian hari,” ujar Fransisco Bessi.

Setelah menjadi lulus menjadi wasit nasional, maka dalam menjalankan tugasnya, Fransisco Bessi berkomitmen untuk selalu berpegang teguh pada aturan-aturan pertandingan. Ia juga akan terus terlibat dalam pengembangan cabor Taekwondo di NTT.