“Kita tidak boleh curang untuk dapatkan emas. Karena saya salah satu Gubernur yang paling benci, jika sudah kalah tetapi diangkat jadi pemenang. Itu sangat memalukan,” tegas Gubernur Laiskdoat.

Jika menjadi tuan rumah, maka prestasi yang didapatkan harus diakui oleh semua orang, dan memang pantas dan layak untuk didapatkan.

“Jadi kita tidak boleh curang. Itu baru disebut sebagai tuan rumah yang berprestasi. Karena berapapun medali yang diraih tetapi tidak fair, maka akan ditertawakan dan tidak layak menjadi tuan rumah yang patut dibanggakan,” pungkas Laiskodat.

Untuk diketahui, dalam kesempatan itu, Gubernur NTT menyerahkan sejumlah hadiah kepada para atlet dan pelatih.

Para atlet yang meraih medali emas, perak dan perunggu, Pemprov NTT akan memberikan hadiah rumah type 36.

Sedangkan hadiah uang akan diserahkan berjumlah Rp200 Juta untuk peraih medali emas, Rp150 Juta untuk peraih medali perak dan sedangkan peraih medali perunggu mendapat hadiah Rp100 Juta.

Hadiah juga diberikan kepada para pelatih, di mana pelatih akan mendapatkan setengah bagian dari total hadiah yang diperoleh atlet.