Pelabuhan Wae Kelambu Jadi Penunjang Destinasi Wisata Super Prioritas

  • Bagikan
Peresmian Pelabuhan Wae Kelambu, Manggarai Barat oleh Presiden Jokowi didampingi Gubernur NTT Viktor Laiskodat / Foto: Dok. Biro AP Setda Prov. NTT

Labuan Bajo, KN – Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo meresmikan penggabungan PT. Pelindo I, II, III dan IV menjadi PT. Pelabuhan Indonesia sekaligus meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT, Kamis 13 Oktober 2021.

Peresmian Terminal Multipurpose Wae Kelambu itu dalam rangka mewujudkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan yang ketat.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa biaya logistik Indonesia saat ini masih sangat tertinggal dibanding negara tetangga, sehingga pembangunan infrastruktur sendiri untuk menekan biaya logistik dan barang-barang dari Indonesia bisa bersaing dengan negara lain

“Biaya logistik negara kita dibanding negara tetangga, kita masih sangat tertinggal. Biaya logistik di negara tetangga kurang lebih di angka 12% sedangkan di negara kita masih 23%, artinya ada yang tidak efisien di negara kita, maka dari itu perlu dibangun infrastruktur baik itu jalan maupun pelabuhan agar produk kita atau barang-barang kita bisa bersaing dengan produk-produk dari negara lain”, jelas Presiden Jokowi, seperti dilansir dari Siaran Pers Biro AP Setda Provinsi NTT.

Lebih lanjut Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa penggabungan PT. Pelindo diharapkan dapat menekan biaya logistik sehingga harga produk Indonesia dapat bersaing dengan negara lain, dan bisa menjelajah ke seluruh dunia.

“Pada hari ini sudah terjadi penggabungan pelindo I, II, III, IV menjadi PT. Pelabuhan Indonesia. Diharapkan dari penggabungan ini adalah biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain artinya daya saing logistik kita serta dapat mencari patner yang memiliki jaringan yang luas sehingga terkoneksi dengan negara lain artinya produk-produk dari Indonesia bisa menjelajah ke seluruh dunia”, tegas Mantan Wali Kota Solo itu.

BACA JUGA:  Konferensi Polwan Sedunia di Labuan Bajo Bahas Isu Gender dan Kejahatan Transnasional

Presiden Jokowi sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Menteri BUMN beserta jajarannya. Ia berharap ke depanlangkah-langkah seperti ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan BUMN yang lain.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Menteri BUMN beserta jajaranya atas penggabungan ini, yang nantinya PT. Pelabuhan Indonesia akan menjadi sebuah kekuatan besar karena inilah yang kita harapkan dan diharapkan kedepannya perusahaan-perusahaan BUMN lainnya akan mengikuti. Penggabungan seperti ini akan membawa kekuatan yang besar untuk sebuah perubahan kearah yang lebih baik”, ujar Presiden

Mengenai pelabuhan Wae Kelambu Presiden mengapresiasi pembangunan pelabuhan Wae Kelambu yang terbilang cepat karena baru dimulai pembangunannya pada bulan Agustus 2020 lalu, dan diharapkan pelabuhan Wae Kelambu dapat digunakan hingga 15-20 tahun ke depan untuk mengangkut barang-barang yang ada di Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam laporannya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyampaikan Pelabuhan Wae Kelambu dapat merupakan pelabuhan dengan format baru serta akan dikembangkan di beberapa tempat lain di Indonesia.

“Tentu ini merupakan sebuah hasil karya yang tidak mudah dilaksanakan tetapi berkat kerja sama semua pihak, Pusat dan Daerah, Pemerintah dan Swasta semua dapat terlaksana dengan baik dan dapat menjadikan pelabuhan ini menjadi pelabuhan kelas 3. Diharapkan Pelabuhan Wae Kelambu menjadi pelabuhan dengan format baru yang akan dikembangkan di beberapa tempat di Indonesia serta dengan berpindahnya Pelabuhan Multipurpose ke Wae kelambu akan menjadikan Labuan Bajo tidak lagi padat dan menjadi Destinasi Pariwisata yang lebih baik,” ungkap Menteri Budi. (*)

  • Bagikan
error: Content is protected !!