Labuan Bajo, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Se-Provinsi NTT, di aula Hotel Sylvia Labuan Bajo, Senin 11 Oktober 2021.

Dalam sambutannya, Gubernur Viktor mengatakan stunting di NTT turun sebesar 3,2% pada tahun 2021. Namun penurunan ini, menurut Gubernur Viktor merupakan hal yang biasa-biasa saja.

“Jika hanya melihat secara statistik memang penurunannya sudah bagus yaitu sampai pada 21%, akan tetapi jika kita melihat dari jumlah maka saya merasa sedih karena masih ada 80.909 manusia yang masih stunting,” jelas Viktor Laiskodat seperti dilansir dari Siaran Pers Biro AP Setda Provinsi NTT.

Menurutnya, kegiatan Rakor Stunting merupakan salah satu langkah mewujudkan mimpi Presiden Jokowi yaitu Generasi Emas pada 2045.

“Mimpi Presiden Jokowi, negara ini pada 2045 akan menatap masa depan dengan generasi emasnya. Jika cita-citanya seperti itu maka yang kita lakukan hari ini adalah desain dan perencanaan untuk kita menuju 2045 membawa bonus demografi menjadi generasi unggul”, ungkap Gubernur VBL

Lebih lanjut Gubernur VBL menegaskan bahwa menyelesaikan Stunting di NTT tidak bisa jika hanya dilakukan dengan cara-cara yang biasa saja.

“NTT merupakan salah satu penyumbang stunting terbesar di Indonesia. Maka dari itu, ini merupakan tantangan kita bersama para Bupati dan saya sendiri sebagai Gubernur, karena menyelesaikan masalah stunting tidak bisa hanya dilakukan dengan cara yang biasa,” ungkapnya.

Gubernur NTT menjelaskan, konvergensi mengharuskan semua kepala daerah di NTT untuk melakukan langkah-langkah yang terpadu, terarah, dan secara bersama-sama, serta kerja-kerja lapangan yang harus dikuasai.

“Jika kita mampu untuk mendesain untuk mengetahui seluruh kelahiran dengan kerja sama kepala desa, tokoh agama, camat kepala dinas, bupati sampai pada gubernur maka saya yakin 1000 hari pertama kehidupan bayi akan bisa diperhatikan dan stunting bisa diatasi”, jelas Gubernur Viktor

Gubernur VBL juga menghimbau agar permasalahan stunting diselesaikan dengan kerja sama antara pemangku kepentingan dengan stakeholder masyarakat karena permasalahan stunting merupakan tanggung jawab bersama.